Desa adat meliling melaksanakan Upacara Nangluk Merana bertepatan dengan Rahina Tilem Kenem, sebagai upaya niskala untuk menolak bala (merana) serta menjaga keseimbangan sekala lan niskala di wewidangan desa adat. Pelaksanaan upacara ini berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna, serta mendapat sambutan yang sangat antusias dari seluruh krama adat Jagatamu
Rangkaian upacara diawali dengan prosesi ngelawang Ida Ratu Ayu yang dimulai dari Banjar Adat Bangkyang Mayung. Dari titik awal tersebut, prosesi dilanjutkan menuju Pura Dalem Meliling sebagai salah satu pusat pemujaan utama yang memiliki nilai spiritual penting dalam rangkaian upacara.
Selanjutnya, Ida Ratu Ayu ngelawang menuju Banjar Adat Jagatamu, disambut dengan penuh hormat oleh krama adat Jagatamu . Prosesi kemudian kembali menuju Catus Pata Meliling Kanginan, yang secara adat dimaknai sebagai titik strategis wewidangan desa, tempat bertemunya berbagai arah dan energi kehidupan.
Setelah itu, rombongan melanjutkan Ngelawang menuju Pura Puseh untuk melaksanakan persembahyangan bersama, sebagai puncak rangkaian upacara. Persembahyangan ini menjadi wujud bhakti krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya, sekaligus memohon kerahayuan, keselamatan, dan keharmonisan bagi seluruh wilayah desa adat.
Usai persembahyangan bersama, rangkaian prosesi ditutup dengan kembalinya Ida Ratu Ayu menuju Banjar Adat Bangkyang Mayung untuk ditempatkan kembali sesuai dengan dresta dan ketentuan adat yang berlaku.
Sepanjang rangkaian prosesi, krama desa secara tulus ngiring ngayah, menjaga kesucian, Partisipasi aktif krama juga terlihat dalam penyediaan sarana upakara, pengaturan lintasan prosesi, serta kesiapan dari Prajuru adat yang terkoordinasi , sehingga seluruh rangkaian dapat berjalan dengan lancar dan tertib.
Pelaksanaan Upacara Nangluk Merana pada Rahina Tilem Kenem ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai Tri Hita Karana, khususnya keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama krama, dan lingkungan alam.
Dengan terlaksananya upacara ini secara khidmat dan penuh kebersamaan, diharapkan Banjar Adat Jagatamu senantiasa dianugerahi kerahayuan, dijauhkan dari segala bentuk merana, serta kehidupan krama desa dapat berjalan dengan aman, tenteram, dan sejahtera.
Om Santih, Santih, Santih Om.
I Ketut Sukiasa
Kelian adat
Br. Jagatamu, Meliling, Kec. Kerambitan, Kab. Tabanan, Bali
+62 812-3730-7574
Senin - Jumat: 08.00 - 17.00 WIB
Sabtu: 08.00 - 12.00 WIB